About Services

Saya mengambil bahan pembuka, dari sebuah artikel blog yang mengatakan sbb :

Melihat tren para vendor besar, tren ke arah SOA juga telah terlihat nyata. Masing-masing memiliki jagoannya masing-masing. Oracle, IBM, dan Weblogic. Ini artinya, dengan investasi besar di SOA, mereka percaya pada SOA sebagai masa depan seperti dulu Oracle berjargon, “Because we believe in Java”. Di dunia open source pun, salah satu vendor terbesarnya, Apache Software Foundation, juga telah membuat tool-tool SOA-nya.

Jadi, apakah kita akan masih berkutat pada fanatisme sempit macam Java versus MS .net?
Tantangan ke depan kita adalah bagaimana membuat dua platform ini berkomunikasi dan bekerja sama dengan baik. Salah satu medianya adalah SOA. Sudah saatnya kita ngomong tentang Web Service, BPEL, atau ESB (Enterprise Service Bus). Untuk masa depan.

SOA = Service Oriented Architecture.
Apakah yang di maksud Service di sini, saya ingin mencoba menggali lebih dalam mengenai service.
Douglas K. Barry yang mengatakan Service merupakan sebuah fungsi yang di definisikan dengan baik yang tidak bergantung pada keadaan service yang lain.

Dari Ebook Thomas Erl yang saya baca ada beberapa penjelasan mengenai service yang di bagi kedalam beberapa bagian :

Service Mengkapsulkan( encapsulate ) Logika

Encapsulate Logic

Focus kepada service ini bisa menjadi kecil atau besar, karena itu ukuran / ruang lingkup dari logika yang di wakili oleh service dapat berubah2. Logika Service dapat meliputi logika yang di sediakan oleh service lainnya.

Solusi yang bersifat otomatis berjalan, terdiri dari service-service, dimn setiap service dapat meng-kapsulkan(encapsulate) suatu pekerjaan yang di tampilkan / di jalankan oleh suatu proses atau sub-proses yang juga terdiri dari beberapa langkah.

Relasi Service

Encapsulate Relate

di dalam SOA, service dapat di gunakan oleh service lainnya atau program lainnya. kita perlu mengetahui dan sadar akan inteaksi dari service-service tsb
Kesadaran ini tercapai saat kita menggunakan Service Description

sebuah Service Description di dalam Service merupakan format dasar terpenting untuk mendirikan/menentukan nama service, hasil yang diharapkan(passing parameter)/dikembalikan(return value),

Pola service yang menggunakan Service Description terbentuk sebagai (menghasilkan) relasi yang di klasifikasikan sebagai penggabungan sesuatu yang memiliki sifat bebas (loosely Coupled)

dalam suatu service untuk berinteraksi dan menyelesaikan sesuatu yang berarti, mereka perlu saling bertukar informasi. sebuah komunikasi dalam framework, memungkinan untuk melayani mereka (service-service tersebut) untuk dapat memiliki hubungan yang bersifat bebas(loosely Coupled).
Sehingga framework seperti itu sangatlah diperlukan.

CMIIW 😀

Sincerely Yours,

Rudy Yulianto

Category: SOA  Tags: ,
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>